Follow Donk...!

24 Okt 2016

Kampanye Hitam



Superman mesti mewaspadai hobinya terbang tinggi itu. Hati-hati masuk angin. Bisa mules. Allah SWT adalah sebaik-baiknya pembuat scenario. Dan caraNYA selalu tak bisa diduga.

Saya sudah habis-habisan membuat pencitraan. Berkoar-koar punya banyak fans. Saya ini penulis calon buku terkenal. Tapi saya gagal mewaspadai potensi bahaya yang mungkin terjadi. Dan memang, bahaya yang paling berbahaya adalah yang datang dari yang tak bisa kita prediksi. Tiba-tiba saja di dinding Facebook saya muncul kampanye hitam, kiriman dari paman sendiri, yang kebetulan mantan politisi juga, hahaha...!

“Minggu ke Tanjung Pinang yoo, pasang atap”, tulisnya di dinding saya.




Dan 2x pula tuh, hadeuuuh, hahaha….!




Ini pelecehan serius. Bagaimana mungkin penulis calon buku terkenal bisa-bisanya disuruh masang atap? Padahal belum 2 minggu rilis Rekreasi Hati 2. Peliknya lagi ini tak bisa dianggap enteng sama sekali. Dihapus saya takut kaualat durhaka. Dibiarkan? Apa coba kata fans-fans saya Para Penggaruk. Bisa rontok reputasi yang selama ini sudah saya bangun mati-matian. Bagaimana kalau Rani baca? Masihkah dia mau terima saya apa adanya? Dalam situasi normal saja jangankan ngajak jalan, diajak chat saja rumitnya bukan main, hahaha…!

Setinggi-tingginya Superman terbang bisa mules masuk angin juga lho, dan mesti baliknya ke bumi juga. Saya sedang terbang tinggi. Sang Penggaruk sedang on fire. Tapi begitulah. Makin tinggi monyet menggaruk makin terang bokongnya terlihat. Semakin saya ‘membual’, semakin terang pula bahwa saya memang cuma membual, wkwkwk…!

*Selamat Pagi, Para Penggaruk! Abaikan saja, haha…!

18 Okt 2016

Nasi Padang



Viralnya video Nasi Padang awalnya saya duga cuma di beranda Facebook saya belaka yang memang banyak teman Minangnya. Tapi ternyata di TL Twitter pun tak kalah populernya. Penasaran akhirnya saya pun coba tengok-tengok dan cukup sekali tonton saya langsung suka dan terharu. Waaah, ini luar biasa…!

Yang membuat saya terharu terhadap Aldo (?) composer lagu Nasi Padang ini adalah keseriusan dan ketulusannya. Memang tak pernah saya usut. Tapi walau bisa jadi sekedar proyek iseng saat nongkrong bareng genk-nya, bukan single yang dibuat untuk tujuan komersil dan sebagainya tapi penggarapannya jelas tak main-main.

Pertama, dari video klip yang walau sederhana tetap elegan dan yang pasti tak dikerjakannya sendirian. Artinya ini dikerjakan dengan serius. Tapi yang paling buat terharu adalah penulisan lirik yang tak main-main. Khas, ala ala top songwriter. Juga sederhana, tapi memenuhi syarat untuk dimasukkkan dalam kelompok lirik yang berkelas. Mulai dari perimaan, ada kutipan, analogi dan  unsur ‘rule of three’nya juga terpenuhi. Keren, abis!

Berhubung saya tak temukan lirik versi aslinya dan English learning saya yang alakadarnya saja, berikut saya coba tuliskan lirik versi telinga budek saya. Mohon dikoreksi karena pasti banyak banget salahnya, hahaha….!

Nasi Padang

I still remember when I tasted you.
I wouldn’t believe but it good be true
It’s for the first time in my life
and if you a human I would make you my wife

It's the best thing you will love the taste,
If you never tasted, it's a big disgrace
I'm a your biggest fan
Just remember one thing you may to eat with your hand

If I'm closing my eyes I feel the taste on my lips
I can feel the kobokan on my fingertip
And I really thing your chili
If you're leaving the table without testing the chili

I like it, like a bee likes honey
I like it, like everyone likes money
I like it, like the kids like their bunny
I like it, if is rainy or sunny

I love it, like I love my Rani, wkwkwkw…!

14 Okt 2016

Rekreasi Hati: Perjalanan Penuh Makna

Alhamdulillahirabbal alamin…!

Rekreasi Hati jild 2 akhirnya terbit, dan dibeli orang juga. Bagi saya pribadi ini bukan sekedar terbit atau tidak. Buku Rekreasi Hati adalah perjalanan spiritual yang penuh makna mendalam. Selain pelanggan blog ini mungkin tak ada yang tahu bahwa buku pertama Rekreasi Hati nyaris berakhir sebagai ‘kado perpisahan’ dengan Dian saja tanpa pernah benar-benar terbit dan dijual. Saya telah sampai pada puncak usaha, ikhtiar dan doa saat menyerahkan satu kopiannya buat Dian, pagi itu. Oke, ini mungkin sudah berakhir.

Tapi hasil memang takkan pernah mengkhianati usaha. Takkan pernah DIA menguji hambaNYA diluar kesanggupannya. Saya telah berusaha dan saya berhak atas hasilnya. Dan Tuhan adalah sebaik-baiknya sutradara. Sepercik kebanggaan yang dimiliki Dian terlalu berharga untuk disimpannya sendirian. Kopian Rekreasi Hati itu dipamerkannya di sekolah dan kampusnya. Mulai dari murid-muridnya (SD, lho!), rekan mahasiswa dan dosen ikut memesannya. ‘Perpisahan kami diundur’ sampai kami menuntaskan pesanan mereka. Dan sejak itulah saya dan Dian benar-benar putus. Dan sampai sekarang saya tak pernah tahu siapa saja pembeli-pembeli awal buku Rekreasi Hati pertama itu. Jatuh bangga donk, saya wkwkwkw….!

Belajar dari proses itu saya lanjutkan menulis jilid keduanya. Tak mudah, sebab Dian yang keburu jadi ikonnya telah pergi. Tapi Tuhan pasti tahu dan memang Dia Maha Tahu. Niatan saya menulis ikhlas demi pencerahan dan dakwah. Maka sembari membaca petunjuk-petunjuk yang diberikanNYA saya tetap menulis. Tuhan pasti akan membimbing saya untuk menemukan petunjuk-petunjuk yang senantiasa diberikanNYA. Ini berlaku bagi siapa saja. Yang ngotot mencari pasti akan menemukan. Itu sudah rumus baku yang tak bisa terbantahkan. Andai pada percobaan ke 1000nya Thomas Alva Edison berhenti, dia akan gagal menemukan bola lampu, sebab temuan itu didapatnya setelah percobaan ke 1001nya. Entah lebay, beneran atau tidak kisahnya tapi faktanya dia lah memang penemunya.

Maka saya rasa Rani juga mengerti bahwa dia bukanlah saya pilih sembarangan. Rani saya temukan atas petunjuk-petunjukNYA. Dan saya juga yakin bahwa Allah SWT ‘memberitahu’ Rani bahwa dialah jodoh Rekreasi Hati, walau entah dengan cara apa. Bukankah Allah punya banyak cara tak terduga dalam menentukan kehendakNYA? Bukan proses yang mudah memang, tapi memang begitulah jalannya. Sungguh rumit ‘merayu’nya. Setiap kali chat memang selalu dibalasnya, esoknya tapi, hahaha…! Bayangkan betapa lama prosesnya hingga dia bersedia menjadi Putri Penggaruk yang baru, wkwkwkw….!

Rani bersedia pun persoalan belum selesai. Rekreasi Hati bukan karya sembarangan. Saya tak bisa membuang Dian begitu saja karena ini akan mencederai Rekreasi Hati sendiri. Dan lagi-lagi, kesungguhan membuat saya menemukan solusinya. Maka Dian pun pergi dengan elegan, hehehe…!

So akhirnya, Siraul Nan Ebat bersama Rani dengan malu-malu mempersembahkan…!